6 Makanan Khas Betawi: Gurih, Pedas, dan Penuh Cerita
Stanleyswear.com-Makanan khas Betawi menawarkan cita rasa yang unik dan autentik, menggambarkan perpaduan budaya yang pernah tumbuh dan hidup di Jakarta sejak masa lalu. Hidangan-hidangan ini lahir dari percampuran berbagai pengaruh mulai dari Tionghoa, Arab, hingga Belanda yang akhirnya membentuk karakter kuliner Betawi yang kaya, gurih, dan penuh cerita.
1. Kerak Telor
Penjual kerak telor biasanya memasak adonan di wajan kecil tanpa minyak, lalu membalikkan wajan ke arah api agar bagian bawahnya mengeras dan membentuk kerak. Mereka kemudian menambahkan serundeng kelapa, bawang goreng, dan bumbu halus yang memberi aroma harum serta rasa gurih khas.

2. Soto Betawi
Dalam pembuatannya, orang Betawi biasanya merebus daging sapi, jeroan, atau campuran keduanya, lalu mengolah kuah dengan santan atau susu yang memberi rasa creamy. Bumbu seperti kayu manis, cengkih, kapulaga, jahe, dan bawang-bawangan menciptakan aroma harum yang khas.

3. Gado-Gado Betawi
Gado-gado Betawi sering disajikan dengan lontong atau nasi, lalu dilengkapi kerupuk sebagai pelengkap. Hidangan ini menghadirkan perpaduan rasa segar dari sayuran dan gurihnya bumbu kacang khas Betawi yang membuatnya selalu digemari.

Baca Juga: Kue Lapis : Cara buat Warna-Warna di Balik Kelezatan Tradisional
4. Pecak Lele
Orang Betawi biasanya menggoreng lele hingga kulitnya garing, lalu menyajikannya dengan sambal pecak yang terbuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, tomat, dan air jeruk limau. Sambal ini menghasilkan rasa pedas-asam yang segar dan sedikit beraroma kencur, berbeda dari sambal biasa.

5. Nasi Uduk Betawi
Nasi Uduk Betawi adalah hidangan yang memasak nasi bersama santan kelapa, daun salam, serai, dan rempah-rempah lainnya. Proses memasak ini menghasilkan nasi yang gurih, harum, dan teksturnya pulen.

6. Semur Jengkol Betawi
Semur Jengkol Betawi adalah hidangan yang mengolah biji jengkol menjadi makanan berkuah kental nan lezat. Para juru masak merebus jengkol hingga empuk terlebih dahulu untuk mengurangi baunya yang tajam. Selanjutnya, mereka memasak jengkol tersebut dalam kuah semur yang kaya rempah.

